Alumni Madania di Era Trump

09:00:13, 19 September 2017 Himawari

Tidak pernah terpikirkan akan menjalani study di Amerika dengan Trump sebagai Presidennya. Dunia pun sudah yakin bahwa Hillary yang akan memenangkan pemilu. Tetapi kenyataan berkata sebaliknya, suka ataupun tidak saya tetap harus menjalaninya di White Plains, New York.

Semua berawal dari masa indah sekolah saya dari TK-SMA di Madania Parung, Bogor. Beruntungnya saya mempunyai teman-teman seangkatan yang kompak, yang sering bermain little rebellions sampai sering ditegur oleh Guru. Periode OSIS yang membentuk spirit of leadership and team work, last but not least guru-guru yang super sabar dan pengertian akan teens' world (karena guru pun pernah remaja ya!). TERIMA KASIH...thank you so much to all my teachers for being part of my amazing school years. Highly appreciation.

After graduation, saya melanjutkan study di Berkeley College of New York dengan Major Business. Bersyukur kepada Allah SWT, saya diberi kesempatan mempunyai pengalaman untuk hidup mandiri di belahan dunia lain sehingga harus jauh dari my beloved parents dan my dearest big brother, self management for financial, life essentials support, daily cores and desicions. Di dorm, saya satu kamar dengan senior saya (American dari Brooklyn-NY) yang mengambil jurusan Criminal Justice. Beruntung lokasi sekolah saya tepat di belakang gedung kampus sehingga hanya butuh 10 menit untuk ke kelas. Kamar saya berada di lantai tiga dengan fasilitas dapur dan kamar mandi di dalam (tepatnya kamar kami seperti apartemen dengan dua kamar). Laundry room yang gratis juga tersedia di gedung dormitory dengan akses pintu masuk ke gedung yang dijaga security 24 jam. Alhamdulillah semua serba walking distance untuk ke supermarket ada 4, ke mal ada 3, bank, rumah sakit, bioskop dan stasiun kereta api atau bus. Bahkan di seberang dorm saya ada supermarket Asia yang menjual Indomie hehehe. Selain itu ada restoran Malaysia yang kalau rindu makanan mirip Indonesia bisa tercapai. Alhamdulillah!

Setiap sholat Jumat juga ada 10 mesjid di Manhattan, belum lagi mesjid Indonesia di Queens dan lokasi lainnya, makanan halal pun sangat mudah ditemui karena banyak masyarakat dari Middle East yang berjualan, restoran Indonesia pun juga ada beberapa. Westchester area tempat saya tinggal di atas Manhattan adalah tempat kelahiran Beyonce. Kotanya rapi dan bersih, udara segar, tidak crowded jadi nyaman untuk belajar.

Semester Fall 2016 saya mengambil 5 mata kuliah. Saya fokus untuk belajar, tugas-tugas on time serta presentasi yang maksimal supaya dapat selesai kuliah tepat waktu. Allah Maha Baik, saya mendapat scholarship untuk 2 semester, lalu pihak sekolah akan mereview nilai-nilai saya, bila tetap bagus bisa diperpanjang lagi scholarshipnya begitu seterusnya sampai graduation.

Saat masuk Winter Semester 2017, saya mendapat Piagam dari Dekan untuk Recognision of Outstanding Achievement Fall 2016. Subhanallah! Pencapaian ini harus dipertanggungjawabkan dengan mempertahankan prestasi belajar. Saat Winter Semester 2017 ini akan berakhir sebulan lagi, pihak sekolah mengundang saya untuk menjadi member of Phi Theta Kappa utk the International Honor Society bagi mahasiswa berprestasi dengan dinner ceremony pada tanggal 20 Maret 2017. Recognision ini menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa muslim di Amerika era Trump, saya tetap mendapatkan hak saya seutuhnya. Alhamdulillah, sujud syukur atas nikmat rezeki dari Allah SWT selama saya di Amerika banyak diberi kemudahan-kemudahan. Fa bi ayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan!

Untuk memperluas wawasan, saat libur Thanksgiving, saya berkunjung ke Washington DC berkumpul dan menginap di rumah Dubes Indonesia dengan teman-teman Indonesia lainnya. Foster parents orang tua saya juga mengundang tinggal di rumah mereka di Charleston South Carolina untuk melihat budaya perayaan Christmas Southern American yang ternyata persis sama seperti keluarga di Indonesia saat berlebaran semua keluarga besar kumpul bersilaturahmi dan makan bersama.

Summer 2017, alhamdulillah saya mendapatkan part time job di sekolah as Office Assistant of Berkeley Educational Services dengan waktu kerja 30 jam per minggu. Semua siswa di Amerika mempunyai kerja sampingan sehingga mereka mandiri dan kami dibayar per jam $11-$15 (per bulan bisa mendapat $1200 setelah dikurangi pajak). Namun saat di hari ada kuliah kami tidak diizinkan untuk bekerja.

Saat Fall Class 2017 bulan September ini, kesibukan saya bertambah karena selain ada kuliah dan part time job, saya mendapatkan internship di Law Firm Sperling & Partners New York as Law Clerk dengan waktu kerjanya 10 jam per minggu. Berhubung ini internship, sehingga tidak dibayar.

Bersyukur tiada habisnya pada Allah SWT atas karunia dan nikmatNya, dalam setahun ini saya mendapat banyak kemudahan dan pengalaman hidup mandiri serta tanggung jawab yang besar, seperti scholarship dan pekerjaan sehingga membuat saya bisa memiliki penghasilan sendiri di usia 18 tahun. Oleh karena itu, pihak sekolah di bulan Juli 2017 memilih saya untuk kolom Student Spotlight mereka dengan accomplishments :

  •          as a Community Assistant
  •          as a member of the National Society of Leadership and Success
  •          on the Desn's List twice in a row
  •          as a member of Phi Theta Kappa Honor Society.

The more we see, the more we capable of seeing! Menjalani masa depan dengan bismillah, berdoa dan bersyukur setiap hari karena seperti yang dikatakan Mahatma Ghandi:
 "Man is a product of his thoughts. What he thinks, he becomes. Your beliefs become your thoughts. Your thoughts become your words. Your words become your actions. Your actions become your habits. Your habits become your values. Your values become your destiny." So be careful with your actions to get your best destiny!

Till this moment, I could describe like Q'ero Indians' quotation : "Looking behind I am filled with gratitude. Looking forward I am filled with vision. Looking upwards I am filled with strenght. Looking within I discover peace." Aamiin... (Fabian Rehan Suprayogi)

New York, 21 Maret 2017


Share :