Konsep Diri, Refocus Who Am I

21:45:41, 10 November 2017 Himawari

“Siapa saya?”

“Mau saya apa?”

“Mau jadi apa saya?”

“Apakah saya berpengaruh bagi lingkungan saya?”


 

Halo Sobat Muda! Pertanyaan-pertanyaan di atas pernah kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Terutama bagi kalian yang sudah masuk dunia remaja. Nah!  Kali ini kita akan membahas mengenai “siapa saya?” Hal ini berhubungan dengan konsep diri. Apa itu konsep diri? Konsep diri adalah pandangan atau kesan individu terhadap dirinya secara menyeluruh yang meliputi pendapatnya tentang diri sendiri dan gambaran diri orang lain.  Pandangan terhadap diri sendiri biasanya bermula dari proses bertanya pada diri sendiri (seperti contoh pertanyaan di atas?) Jika kita sudah menemukan jawaban-jawaban mengenai diri, kita akan lebih menemukan konsep diri kita yang sebenarnya dan akan mengembangkan diri sesuai dengan potensi, bakat, dan minat yang kita miliki. Ada beberapa aspek mengenai pandangan konsep diri, yaitu:

  1.     Aspek fisik, pandangan mengenai kondisi fisik dan penampilan pribadi (diri sendiri dan orang lain). Seperti pertanyaan “Duh aku gemuk gak, ya? Sepertinya aku pendek dibandingkan teman-temanku? Aku malu dengan kondisi kulitku seperti ini? Apakah aku menarik di depan teman-temanku?”
  2.     Aspek psikis, pandangan mengenai perasaan, pikiran, suasana hati, emosi, dan sikap dalam diri. Kita akan bisa menilai diri kita sendiri seperti halnya “apakah aku mudah marah? mudah menangis? Atau mudah pusing ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran kita?”
  3.     Aspek sosial, pandangan mengenai sikap dan perilaku di dalam kehidupan sosial, penilaian diri mengenai aturan dan norma sosial, serta kemampuan sosialisasi dengan orang lain. Aspek ini bisa kita pertanyakan kepada diri kita “Apakah aku punya peran penting di masyarakat? Apakah aku bisa menjadi pemimpin? Atau apakah aku bisa bersosialisasi dengan orang lain?”
  4.     Aspek seksual, pandangan mengenai identitas seksual, gender, dan orientasi seksual.
  5.     Kelebihan dan kekurangan diri, bisa dilakukan dengan berbincang terbuka bersama teman, diskusi, konseling teman sebaya,  psikotest. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk melihat kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Bisa saja ada perbedaan pandangan dari diri kita dan orang lain.

 

Itulah tadi beberapa aspek mengenai pandangan konsep diri. Selagi kalian masih membentuk konsep diri kalian, belajarlah terus kapan pun, di mana pun, dengan siapa pun. Bravo! (Arip Nazarudin)


Share :