Keasyikan Mereka Bersekolah di Madania Seringkali Membuat Penasaran para Tetangga

Ibu Lucia Mariana & Bapak Stevanus Hirawan Tribawono, Orangtua dari Maria Pradipta Putribawono, Kelas 6 & Maria Evangeline Putribawono, Kelas 3


Enam tahun yang lalu saya memilih memasukkan anak saya yang pertama (Maria Pradipta-Ditta) ke Madania dengan satu alasan, Ditta menerima beasiswa 50% untuk uang pangkal. Hanya itu saja.

Tidak pernah terbayangkan bahwa saya akan menerima lebih banyak dari yang saya harapkan.

Di Madania, Ditta bisa mengeksplorasi minat dan bakatnya. Tidak hanya masalah akademis, tetapi juga hobby dan kreativitasnya. Bahkan setiap keingintahuannya yang berkembang pesat sesuai dengan umurnya, juga dapat dieksplorasi di Madania. Semuanya dia pelajari dengan fun. Tiga tahun kemudian,saya ikut sertakan adiknya (MariaEvangeline-Vangel) bersekolah di Madania. Keasyikan mereka bersekolah di Madania sering kali membuat penasaran para tetangga saya dirumah. Bilamana anak-anak saya sangat bersemangat dan gembira ketika berangkat sekolah,dan kesal kalau libur tiba. Kalaupun sakit, mereka akan berlomba-lomba cepat sembuh agar segera sekolah lagi. Tidak ada paksaan untuk bersekolah.

Konsep sekolah yang baik buat saya sebagai orangtua adalah partnership dalam tumbuh-kembang anak. Pihak sekolah dapat diajak bekerjasama untuk memaksimalkan tumbuh-kembang anak. Terutama ketika anak menemui kesulitan-kesulitan baik akademis maupun sosial. Dan ini saya dapatkan di Madania.

Konsep Pluralisme dalam menganut kepercayaan dan saling menghormati pun menjadi satu nilai lebih Madania buat saya pribadi. Latar-belakang keluarga yang sangat pluralis dan menjunjung tinggi kebebasan beragama,sangat cocok dengan kondisi Madania. Dan buat saya cukup memenuhi kebutuhan spiritualitas Ditta-Vangel.

Demikian testimoni saya, kiranya berguna bagi perkembangan Madania dan setiap murid yang bersekolah disini.

Terima kasih.


Share :