Madania Mengajarkan Anak-anak Kami Santun Bersikap dalam Bertoleransi

Bapak Ery Anom & Ibu Lala Purharas, Orangtua dari Fachri Adam, Kelas 11 & Khairunnisa Fadhila, Kelas 9


Assalamualaikum wr.wb.

Perkenalkan nama saya Ery Anom dan istri saya Lala Purharas. Kami adalah orangtua Fachri Adam (kelas11) dan Khairunnisa Fadhila (kelas9) yang saat ini bersekolah di Madania Parung,Bogor. Izinkan kami berbagi cerita dalam proses pengambilan keputusan kami untuk menyekolahkan kedua putra dan putri kami di sekolah Madania.

Tahun 2010-2011 adalah tahun dimana anak pertama kami Fachri Adam duduk di bangku kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di dekat tempat tinggal kami di Depok. Pada suatu saat kami sedang menonton acara di televisi yang disiarkan salah satu station televisi Malaysia dengan judul “Waktu Rekat”,di mana dalam acara televisi tersebut menceritakan persahabatan anak-anak Junior HighSchool yang berbeda suku yang terdiri dari anak perempuan Melayu dengan hijab dan anak perempuan Melayu tanpa hijab. Anak laki-laki keturunan India dan anak laki-laki keturunan China dalam kegiatan sekolah, tiba-tiba anak saya Facri Adam bertanya kepada kami,“Ayah bagaimana rasanya satu sekolah dengan anak-anak yang berbeda negara? ” Karena saya paham dia lebih mudah mengekpresikan dalam mengatakan perbedaan negara dari pada suku dan agama. 

Pada saat itu kami baru menyadari bahwa anak-anak kami diajarkan toleransi dalam perbedaan suku dan agama, tetapi tidak pernah diajarkan atau melaksanakan praktik bertoleransi karena dilingkungan sekolah maupun tempat tinggal kami mayoritas adalah Muslim. Sejak saat itu saya dan istri saya memutuskan bahwa dalam perkembangan sosial anak-anak kami selanjutnya, kami akan menyekolahkan anak-anak kami di sekolah yang mengajarkan toleransi dalam perbedaan suku dan agama. Sejauh ini, saya bersyukur, Alhamdulillah, Madania telah mengajarkan anak-anak kami tidak hanya santun bersikap dalam bertoleransi kepada teman-teman, guru, orangtua di sekitar mereka berada, yang berbeda suku dan agama,tetapi juga santun bersikap dalam bertoleransi kepada teman-teman dan orang-orang yang berkebutuhan khusus yang berada di sekitar mereka.

Demikian cerita berbagi kami yang insyaAllah bermanfaat dan mohon dimaafkan bila dalam tulisan kami ada yang kurang berkenan.

Wabillahi al-taufiq wal-hidayah, wassalamu alaikum wr. wb.


Share :